Selasa, 11 Desember 2018

Media Massa Menjadi Faktor Pendorong Pemebegalan







Maraknya kasus begal dimedan meresahkan masyarakat, menurut  Kriminolog dari FISIP UI Bambang Widodo Umar terdapat 4 faktor maraknya begal yang pertama adalah maraknya budaya konsumerisme dan materialisme. aIndustri gadget dan otomotif (sepeda motor) menjadi sebuah tren yang harus senantiasa diikuti, faktor kedua adalah media, khususnya film serta games. Baik film, sinetron, ataupun permainan banyak yang menampilkan adegan kekerasan secara vulgar yang seolah mengajari penontonnya untuk bisa melakukan hal tersebut, ketiga adalah lemahnya pengawasan sosial, satu sama l saat ini kurang peduli, yang terakhir adalah kondisi perekonomian negara yang masih belum cukup baik, harga kebutuhan pokok meningkat, berbanding terbalik dengan penghasilan (Arjawinangun, 2015 dalam Sindonews). Namun kasus yang ditemukan dimedan adalah kegiatan pembegalan ini terjadi dikarenakan faktor ekonomi, Herry (29) sebagai pelaku begal ditangkap Unit Reskrim Polsek Medan Barat yang sudah sering melakukan aksi kejahatan dan pelaku mengaku bahwa ia melakukan aksi kejahatan tersebut dikarenakan kebutuhan ekonomi. Pelaku tersebut mengaku telah melakukan aksi pembegalan tersebainut sebanyak 7 kali (Argus, 2017 dalam Tribunnews). Pernyataan bahwa faktor ekonomi menjadi salah satu dasar dari aksi pembegalan ini juga di nyatakan oleh Kriminolog dari Universitas Muhammadiyah Sumatera USU (UMSU) Alfi Syahri, yang menyatakan bahwa kejahatan timbul karena disebabkan oleh beberapa faktor, faktor pertama adalah ekonomi, lalu ada kesempatan dan peluang, kemudian narkoba yang membuat candu. (Santama, 2017 dalam Detik).

     Dengan angka kemiskinan yang tinggi pada regional Sumatera Utara dari Badan Pusat Statistik pada tahun 2016 (maret) sebanyak 398408 dan meningkat menjadi 425693 pada 2017 (maret) dengan angka kemiskinan yang meningkat tinggi dapat memicu terjadi aksi pembegalan tersebut. Karena yang sudah dikatakan oleh Kriminolog UMSU faktor utama dari aksi ini adalah karena faktor ekonomi. Dari faktor ekonomi yang rendah tersebut dapat memicu aksi pembegalan tersebut. Lembaga survei terkemuka, Indonesia Research Center (IRC) merilis 10 kota paling tidak aman di Indonesia pada tahun 2016 bahwa Kota medan mendapat urutan pertama untuk kota paing tidak aman di Indonesia (Purnomo, 2016 dalam Analisadaily). Hasil survei ini selaras dengan yang di alami oleh Kamtibnas Kota Medan yang sangat rawan, aksi tersebut bukan hanya terjadi pada malam hari dan pada lokasi sepi dan gelap saja, namun begal di Medan saat ini tidak takut untuk beraksi di siang hari bahkan di pusat kota. Seperti kasus yang terjadi pada tahun 2016 di Jl. Imam Bonjol depan Vihara Borobudur, pelaku begal beraksi dengan mengendarai sepeda motor dan mengincar seorang wanita yang menggendarai motor metik, pelaku tersebut menarik tas korban hingga korban terjatuh dari kendaraanya sehingga korban mengalami luka serius di bagian wajah dan kejadian ini terjadi pada siang hari dan dijalan yang cukup ramai.
     Aksi pembegalan sekarang terjadi di medan sudah tidak melihat waktu apakah siang dan malam, aksi pembegalan tersebut dapat terjadi kapan saja dan masyarakat juga tidak tahu pasti kapan aksi itu akan terjadi. Dikutip dari akun resmi instagram dari Polrestabes Medan terdapat 11 jalan yang rawan begal di kota Medan, diantaranya Jalan Kapten Pattimura dekat Swalayan VIGO Bekas SPBU Petronas, Jalan Amir Hamzah (Griya), Jalan Luku Sekolah Al-Azhar, dan Kebun Binatang Medan Zoo hingga ke Simalingkar B. Jalan Ir H Juanda, Jalan Sunggal Dekat SMA 15 Medan, dekat PDAM Tirtanadi dan yang ke arah Pajak Melati, Jalan Imam Bonjol mulai dari Bank Mandiri sampai dengan Sekolah Harapan. Selanjutnya, Jalan Ringroad terutama yang tembus Jalan Abadi dan Jalan Perjuangan Setia Budi, Jalan Sei Serayu, Jalan Gaperta terutama yang tembus ke Jalan sekip dan Jalan Karya, Pasar III Setia budi dan yang ke Jalan Padangbulan. Jalan Mongonsidi terkhusus samping KFC, jembatan bundaran Hotel Pardede, dan yang dari Jalan Mustang tembus ke eks Bandara Polionia, dan jalan-jalan lain yang terlihat sunyi sepi dan kurang penerangannya. (Kahfi, 2017 dalam Tribunnews)

     Namun bagaimana keadaan korban dari aksi pembegalan tersebut? Ada yang menjadi takut untuk berpergian, takut untuk berkendara, dan takut untuk keluar dari rumah, salah satu kasus trauma yang terjadi pada personel boyband SMASH Bisma Karisma ia menjadi korban pembegalan akibat peristiwa pembegalan tersebut ia kehilangan sebagian jari telunjuk kirinya yang terjadi pada tahun 2007 lalu di Bandung, dan ia menyatakan bahwa ia masih mengalami sedikit trauma dengan bunyi knalpot dari motor tersebut karena kejadian tersebut membuat ia takut untuk mengendarai sepeda motor kembali (Nur, 2016 dalam Jawapos).

   Salah satu faktor yang menarik dari timbulnya perilaku begal adalah melalui media yang menimbulkan sifat agresi. Seperti dilansir Kompas,anak cenderung meniru apa yang ditonton mereka. Manusia sendiri memiliki kemampuan mengingat 50% dari apa yang mereka lihat,hal ini didukung oleh teori social learning dimana anak cenderung meniru apa yang ia lihat.Jika dibiarkan anak akan mengalami masalah perkembangan dan tumbuh menjadi pribadi yang menganggap kekerasan sebagai hal yang normal layaknya perilaku begal. Seperti kasus ang terjadi di Semarang, Jawa Tengah pengakuan kelompok begal yang beranggotakan remaja usia 14 tahum hingga 18 tahun yang melakukan aksi ini bukan karena latar belakang ekonomi, namun mereka melakukannya untuk melampiaskan nafsu kekerasan yang mereka sebut sebagai “hiburan” (Beritasatu, 2015). Setelah ditelusuri ternyata anak remaja tersebut sering mengonsumsi tontonan yang memiliki banyak konten kekerasan, bermain games yang bertema dengan kekerasan, yang dapat memicu timbulnya agresi dari remeja tersebut mereka melihat korban tersiksa dan mereka merasa sangat puas/ bahagia dengan melihat korban tersebut tersiksa.


Daftar Pustaka

Badan Pusat Statistik. Garis Kemiskinan Menurut Provinsi, 2013-2017. Dari https://www.bps.go.id/linkTableDinamis/view/id/1120 



Beritasatu, (2015). Pengaruh Kekerasan Jangan Dianggap Remeh. Dari : http://sp.beritasatu.com/home/pengaruh-kekerasan-jangan-dianggap-remeh/81460 



Kahfi, M. A., (2017). Waspada Ini Jalan Di Kota Medan Yang Menurut Polisi Rawan Begal. Dari : http://medan.tribunnews.com/2017/10/10/waspada-ini-jalan-di-kota-medan-yang-menurut-polisi-rawan-begal 



Kartila, I., (2012). Anak-Anak Cenderung Meniru Adegan Di Televisi. Dari : http://lifestyle.kompas.com/read/2012/05/28/22490165/Anak-anak.Cenderung.Meniru.Adegan.di.Televisi 



Nur, M., (2016). Jadi Korban Begal Motor, Bisma SMASH Masih Trauma. Dari : https://www.jawapos.com/read/2016/08/08/43680/jadi-korban-begal-motor-bisma-smash-masih-trauma- 



Purnomo, S., (2016). Medan Peringkat Satu Kota Tidak Aman. Dari : http://harian.analisadaily.com/opini/news/medan-peringkat-satu-kota-tidak-aman/261246/2016/09/06 




9 komentar:

Membangun Kesadaran diri dan Resiliensi Psikologis dengan Internet

Pada era digital ini, metode pembelajaran, metode mencari informasi menjadi semakin mudah dikarenkannya perkembangan teknologi yang begi...