
Maraknya kasus begal dimedan meresahkan masyarakat, menurut Kriminolog dari FISIP UI Bambang Widodo Umar terdapat 4 faktor maraknya begal yang pertama adalah maraknya budaya konsumerisme dan materialisme. aIndustri gadget dan otomotif (sepeda motor) menjadi sebuah tren yang harus senantiasa diikuti, faktor kedua adalah media, khususnya film serta games. Baik film, sinetron, ataupun permainan banyak yang menampilkan adegan kekerasan secara vulgar yang seolah mengajari penontonnya untuk bisa melakukan hal tersebut, ketiga adalah lemahnya pengawasan sosial, satu sama l saat ini kurang peduli, yang terakhir adalah kondisi perekonomian negara yang masih belum cukup baik, harga kebutuhan pokok meningkat, berbanding terbalik dengan penghasilan (Arjawinangun, 2015 dalam Sindonews). Namun kasus yang ditemukan dimedan adalah kegiatan pembegalan ini terjadi dikarenakan faktor ekonomi, Herry (29) sebagai pelaku begal ditangkap Unit Reskrim Polsek Medan Barat yang sudah sering melakukan aksi kejahatan dan pelaku mengaku bahwa ia melakukan aksi kejahatan tersebut dikarenakan kebutuhan ekonomi. Pelaku tersebut mengaku telah melakukan aksi pembegalan tersebainut sebanyak 7 kali (Argus, 2017 dalam Tribunnews). Pernyataan bahwa faktor ekonomi menjadi salah satu dasar dari aksi pembegalan ini juga di nyatakan oleh Kriminolog dari Universitas Muhammadiyah Sumatera USU (UMSU) Alfi Syahri, yang menyatakan bahwa kejahatan timbul karena disebabkan oleh beberapa faktor, faktor pertama adalah ekonomi, lalu ada kesempatan dan peluang, kemudian narkoba yang membuat candu. (Santama, 2017 dalam Detik).
Dengan angka kemiskinan yang tinggi pada regional Sumatera Utara dari
Badan Pusat Statistik pada tahun 2016 (maret) sebanyak 398408 dan meningkat
menjadi 425693 pada 2017 (maret) dengan angka kemiskinan yang meningkat tinggi
dapat memicu terjadi aksi pembegalan tersebut. Karena yang sudah dikatakan oleh
Kriminolog UMSU faktor utama dari aksi ini adalah karena faktor ekonomi. Dari
faktor ekonomi yang rendah tersebut dapat memicu aksi pembegalan tersebut.
Lembaga survei terkemuka, Indonesia Research Center (IRC) merilis 10 kota
paling tidak aman di Indonesia pada tahun 2016 bahwa Kota medan mendapat urutan
pertama untuk kota paing tidak aman di Indonesia (Purnomo, 2016 dalam
Analisadaily). Hasil survei ini selaras dengan yang di alami oleh Kamtibnas Kota
Medan yang sangat rawan, aksi tersebut bukan hanya terjadi pada malam hari dan
pada lokasi sepi dan gelap saja, namun begal di Medan saat ini tidak takut
untuk beraksi di siang hari bahkan di pusat kota. Seperti kasus yang terjadi
pada tahun 2016 di Jl. Imam Bonjol depan Vihara Borobudur, pelaku begal beraksi
dengan mengendarai sepeda motor dan mengincar seorang wanita yang menggendarai
motor metik, pelaku tersebut menarik tas korban hingga korban terjatuh dari
kendaraanya sehingga korban mengalami luka serius di bagian wajah dan kejadian
ini terjadi pada siang hari dan dijalan yang cukup ramai.
Aksi
pembegalan sekarang terjadi di medan sudah tidak melihat waktu apakah siang dan
malam, aksi pembegalan tersebut dapat terjadi kapan saja dan masyarakat juga
tidak tahu pasti kapan aksi itu akan terjadi. Dikutip dari akun resmi instagram
dari Polrestabes Medan terdapat 11 jalan yang rawan begal di kota Medan,
diantaranya Jalan Kapten Pattimura dekat Swalayan VIGO Bekas SPBU
Petronas, Jalan Amir Hamzah (Griya), Jalan Luku Sekolah Al-Azhar, dan Kebun
Binatang Medan Zoo hingga ke Simalingkar B. Jalan Ir H Juanda, Jalan Sunggal
Dekat SMA 15 Medan, dekat PDAM Tirtanadi dan yang ke arah Pajak Melati, Jalan
Imam Bonjol mulai dari Bank Mandiri sampai dengan Sekolah Harapan. Selanjutnya,
Jalan Ringroad terutama yang tembus Jalan Abadi dan Jalan Perjuangan Setia
Budi, Jalan Sei Serayu, Jalan Gaperta terutama yang tembus ke Jalan sekip dan
Jalan Karya, Pasar III Setia budi dan yang ke Jalan Padangbulan. Jalan
Mongonsidi terkhusus samping KFC, jembatan bundaran Hotel Pardede, dan yang
dari Jalan Mustang tembus ke eks Bandara Polionia, dan jalan-jalan lain yang
terlihat sunyi sepi dan kurang penerangannya. (Kahfi, 2017 dalam Tribunnews)
Namun
bagaimana keadaan korban dari aksi pembegalan tersebut? Ada yang menjadi takut
untuk berpergian, takut untuk berkendara, dan takut untuk keluar dari rumah,
salah satu kasus trauma yang terjadi pada personel boyband SMASH Bisma Karisma
ia menjadi korban pembegalan akibat peristiwa pembegalan tersebut ia kehilangan
sebagian jari telunjuk kirinya yang terjadi pada tahun 2007 lalu di Bandung,
dan ia menyatakan bahwa ia masih mengalami sedikit trauma dengan bunyi knalpot
dari motor tersebut karena kejadian tersebut membuat ia takut untuk mengendarai
sepeda motor kembali (Nur, 2016 dalam Jawapos).
Daftar
Pustaka
Badan
Pusat Statistik. Garis Kemiskinan Menurut Provinsi, 2013-2017.
Dari : https://www.bps.go.id/linkTableDinamis/view/id/1120
Beritasatu,
(2015). Pengaruh Kekerasan Jangan Dianggap Remeh. Dari : http://sp.beritasatu.com/home/pengaruh-kekerasan-jangan-dianggap-remeh/81460
Kahfi,
M. A., (2017). Waspada Ini Jalan Di Kota Medan Yang Menurut Polisi
Rawan Begal. Dari : http://medan.tribunnews.com/2017/10/10/waspada-ini-jalan-di-kota-medan-yang-menurut-polisi-rawan-begal
Kartila,
I., (2012). Anak-Anak Cenderung Meniru Adegan Di Televisi. Dari
: http://lifestyle.kompas.com/read/2012/05/28/22490165/Anak-anak.Cenderung.Meniru.Adegan.di.Televisi
Nur,
M., (2016). Jadi Korban Begal Motor, Bisma SMASH Masih Trauma. Dari
: https://www.jawapos.com/read/2016/08/08/43680/jadi-korban-begal-motor-bisma-smash-masih-trauma-
Purnomo,
S., (2016). Medan Peringkat Satu Kota Tidak Aman. Dari : http://harian.analisadaily.com/opini/news/medan-peringkat-satu-kota-tidak-aman/261246/2016/09/06
Informasinya cukup menarik
BalasHapusMakasi ya informasinya
BalasHapusTerimakasi atas blognya,sangat informatif sekali.
BalasHapusSangat menarik, ditunggu informasi selanjutnyaaaa!
BalasHapussngat menambah informasi, thankyou :)
BalasHapusTulisan yang menambah informasi dan juga menarik..
BalasHapusInteresting as usual, thanks :)
BalasHapusmenambah wawasan sayaa
BalasHapusTemanya tulisannya menarik. Dan bisa dijadikan sumber referensi
BalasHapus