Semua orang tentu saja ingin bahagia namun,
kebahagiaan dapat diperoleh dengan berbagai cara, seperti selalu bersyukur,
belajar dari pengalaman masa lalu, berhenti berpikir berlebihan dan lainnya.
Menurut Aristoteles (Seligman, 2002)bahwa seluruh tindakan manusia adalah
untuk mencapai kebahagiaan. Ketika kita berpikir kita tidak akan bahagia, dan
kita meyakini bahwa hidup kita tidak akan bahagia maka hal tersebut akan
terjadi sebagaimana diinginkan. Menurut Seligman (Seligman,
2002) bahwa kebahagiaan merupakan konsep yang mengacu pada emosi positif
yang dirasakan individu serta aktifitas positif yang tidak mempunyai komponen
perasaan sama sekali. Kebahagiaan tersebut dapat berasal dari dalam diri kita, atau pun
dari lingkungan sekitar. Emosi positif yang berada di lingkungan kita akan
mempengaruhi perasaan kita. Ketika kita berada dilingkungan yang penuh dengan
emosi positif, kita juga akan merasakan dampak dari emosi positif tersebut,
seperti saat kita bercengkrama atau bercerita cerita lucu dengan teman-teman
kita saat merasa terdapat cerita lucu kita terpancing untuk melakukan tawa
dengan teman kita, dan kita merasa sangat lega dan bahagia dengan keadaan
tersebut.Bagi sebagian orang, memiliki banyak uang, mampu memiliki apa saja
yang ia inginkan merupakan sebuah rasa bahagia, namun untuk sebagian orang
lainnya dengan bersyukur dengan keadaan atau kondisi yang ia jalani sekarang
dapat memberikannya kebahagiaan. Menurut Argyle (Argyle, 2001) bahwa
kebahagiaan itu dilihat dengan menyeluruh seperti dari hubungan sosial,
pekerjaan dan rekreasi.
Perasaan bahagia yang kita
alami akan membawa kita ke hal yang positif, mood positif, berpikir dengan
positif dan atktiftas yang lebih positif. Berpikir positif memiliki tujuan
untuk menguatkan cara pandang (dalam Elfiky, 2018) seperti contoh seorang
perokok yang membenarkan pendapatnya merokok karena individu tersebut yakin
bahwa rokok dapat menenangkan saraf dan membuat dirinya stabil, dengan alasan
tersebut iya merokok agar ia tetap stabil. Walaupun dengan pandangannya ia
merasa benar namun hasilnya negatif. Menurut Elfiky (2018) individu dengan
kepribadian yang selalu berpikir berpositif akan menjalani hidup dengan damai,
tenang, dan bahagia. Ketika seseorang berusaha untuk berpikir positif, seperti
orang yang sedang mengidap penyakit dan ia selalu berusaha untuk berpikir
positif bahwa ia dapat sembuh atau ia sedang proses penyembuhan dengan berpikir
hal yang positif tersebut dengan berulang sehingga menjadi timbul kebiasaan
dari individu tersebut untuk selalu berpikir positif. Individu yang selalu
berpikir negatif dalam hidupnya akan berisikan penderitaan dan kesulitan (dalam
Elfiky, 2018). Pikiran negatif sangat mudah sekali untuk berkembang karena
seseorang cenderung menyerah dengan permasalahan yang ia hadapi dan tidak
mencoba untuk berpikir positif bahwa semua masalah memiliki jalan keluarnya.
Daftar pustaka

Wah... mulai skrg harus memperbanyak fikiran positif ya..
BalasHapusSemoga selalu di berikan kebahagiaan, dan selalu bisa berpikir positif.
BalasHapusPikiran positif sangat bermanfaat untuk diri kita sendiri. Terima kasih telah berbagi informasi yang penting ini
BalasHapusbaiklah mulai skrng akan lbh berfikir positif , thank u payopayo luv...
BalasHapussangat bermanfaat sekali, menarik utk diterapkan yeey thankyou
BalasHapusBisa langsung di terapkan nih..
BalasHapusterima kasih atas tulisannya, sangat bermanfaat 👍
Siyaappp
BalasHapus